Kamis, 18 Juni 2015

Menerka Cuaca Diri

Jika dulu beningnya seperti gelas kaca, seberapa noda yang kini menjamur di sekitarannya?
Jika dulu segagah kayu jati yang menjulang, sudah sekeropos apa kini di dalamnya?

Melapuk,
Atau berkarat?
Semoga, bukan lekas legam menimbun titik demi titik hitam, yang akhirnya mematikan.


Sejauh apa Dia meninggalkanku?
hah?
apa?
Tunggu.


Dia tak pernah meninggalkanmu. 

Mungkin kau,
Lupa akan lisan yang basah dengan dzikir, lengah pada hati yang mendamba pada makhluk, pikiran yang tergadaikan oleh perhiasan dunia, mata yang sembab bukan lagi karena dosa dan pengharapan doa.

Mendekatlah walau sejengkal.
Biar ia mendekap gusar, dalam rindu yang lupa kepada siapa harus mengadu.
Menangislah, walau air mata mulanya hanya berpura.
Tapi sungguh, Ia tak akan menolakmu.

Kembalilah segera

3 komentar: